2008/03/27

MENGINGAT MATI

Kematian adalah permulaan kepada kehidupan baru yang kekal abadi (akhirat). Yakin dengan sebenar-benar yakin akan alam akhirat sangat dituntut karena merupakan penjabaran dari rukun iman yang kelima.

Sabda Rasulullah:

"Perbanyakkanlah mengingati mati, niscaya akan meremehkan berbagai kelezatan.” (An Nasai, Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

Ketika Malaikat maut datang menemui Nabi Yaakub AS untuk mencabut nyawa, beliau bertanya, "Bukankah aku minta agar dikirimkan utusan terlebih dahulu"

Malaikat maut menjawab, "Demi Allah telah banyak utusanku memberi peringatan wahai nabi Allah,

Jawab Nabi Yaakub ,"Aku tidak mengetahui dan mengenalinya,"

Jawab malaikat maut pula, "Yaitu berupa sakit, uban, pendengaran kurang dan penglihatan kabur."

Rasulullah bersabda, "Berziarahlah kubur karena ia dapat mengingatkan kamu kepada Akhirat. Mandikan orang mati karena mengurus jasad orang mati merupakan peringatan yang mendalam. Dan shalatkan jenazah karena ia dapat menyedihkan hati kamu karena orang yang bersedih dibawah naungan Allah SWT berarti bersedia dengan segala kebajikan. (Dari Abu Dzar)

Barang siapa yang banyak menginggat mati akan mengutamakan 3 perkara:

1. Segera bertaubat, karena yakin mati akan datang dengan tiba-tiba, tanpa disangka dan tidak mengira tempat.

2. Berhati tenang dan senantiasa mewaspadai hati dari dihingapi dan dikotori oleh berbagai mazmumah (sifat keji). Dan sentiasa mengingati Allah SWT.

3. Rajin beribadah dan taat, dunia ini adalah tempat beramal dan akhirat adalah tempat perhitungan.

Tanda-tanda orang yang melupakan mati

1. Menunda-nunda taubat, akhirnya mati dalam keadaan membawa dosa dan belum bertaubat. Seringkali berangan-angan karena menyangka mati masih lambat dan umur akan panjang.

2. Tidak rela hidup sederhana akhirnya memburu kesenangan dan kemewahan dunia hingga lalai dari menginggati Allah SWT. Sering merasa kecewa dan putus asa seolah-olah dunia ini segala-galanya. Terlalu mementingkan diri sendiri dan sanggup menindas orang lain

3. Malas beribadah, kelezatan menikmati nikmat dunia menyebabkan lenyapnya kelezatan beribadah pada Allah SWT. Hilang kemanisan ibadah, malah merasakan kosong dan tidak bermanfaat.

Allah SWT Berfirman :

Audzubillahi minasy syathonirrojim

1. Kullu nafsindza iqotul maut (Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian)

2. Faidza ja'a Ajaluhum laa yasta'khiruna sa'ah wala yastaqdimun (Maka apabila datang waktu kematian tidaklah dapat diundur dan tidakpula dapat dimajukan.)

3. Wamal hayatuddun ya illa mata'ul ghuruur (Sesungguhnya dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yangmemperdayakan.) Shodaqollohul adhim.

ORANG-ORANG TAMAK

Ada dua orang yang tamak dan masing-masing tidak akan kenyang. Pertama, orang tamak untuk menuntut ilmu, dia tidak akan kenyang. Kedua, orang tamak memburu harta, dia tidak akan kenyang.

(Nabi Muhammad S.A.W ) Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibnu Abbas ra di atas, ada dua karakter orang tamak yang tidak akan pernah puas terhadap apa yang dimilikinya dan senantiasa berusaha untuk menambahnya.

Namun, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda menurut sisi pandang Islam.

Adalah terpuji jika ada seorang Muslim yang tamak terhadap ilmu. Muslim seperti ini senantiasa menginginkan derajat keilmuan, akhlak, amal kebajikan, dan usahanya untuk meraih kemuliaan, yang akan mengetuk hatinya untuk menapaki tangga kesempurnaan sebagai seorang Muslim. Ia selalu memanfaatkan segala kesempatan untuk mengkaji Islam dalam memecahkan problem kehidupan manusia dengan hikmah. Sabda Rasulullah S.A.W , “Ilmu laksana hak milik seorang Mukmin yang hilang, di manapun ia menjumpainya, di sana ia mengambilnya,” (HR Al Askari dari Anas ra).

Sedangkan ketamakan terhadap harta hanyalah akan menghasilkan sifat buas, laksana serigala yang terus mengejar dan memangsa buruannya walaupun harta itu bukan haknya. Fitrah manusia memang sangat mencintai harta kekayaan dan berhasrat keras mendapatkannya sebanyak mungkin dengan segala cara dan usaha. Firman Allah SWT: Katakanlah (hai Muhammad), jika seandainya kalian menguasai semua perbendaharaan rahmat Tuhan, niscaya perbendaharaan (kekayaan) itu kalian tahan (simpan) karena takut menginfakkannya (mengeluarkannya). Manusia itu memang sangat kikir. (QS Al Isra': 100).

Rasulullah S.A.W bersabda, “Hamba Allah selalu mengatakan, 'Hartaku, hartaku', padahal hanya dalam tiga soal saja yang menjadi miliknya yaitu apa yang dimakan sampai habis, apa yang dipakai hingga rusak, dan apa yang diberikan kepada orang sebagai kebajikan. Selain itu harus dianggap kekayaan hilang yang ditinggalkan untuk kepentingan orang lain,” (HR Muslim).

Seorang Mukmin adalah orang yang meyakini bahwa rezeki telah ditentukan oleh Allah SWT. Dia juga yakin bahwa setiap manusia tidak akan menemui ajalnya sebelum semua rezeki yang telah ditetapkan oleh Allah dicukupkan kepadanya.

Ia merasa cukup terhadap harta yang telah diperolehnya dan menyadari ada hak orang lain atas kelebihan harta yang dimilikinya. Ia infakkan sebagian hartanya di jalan Allah untuk membantu saudara-saudaranya yang dilanda kelaparan dan kekurangan. Demikianlah yang patut dilakukan seorang Muslim dan ia tidak lagi silau terhadap kekayaan orang lain yang dihimpun karena ketamakan.

Rasulullah bersabda, “Tidak ada iri hati kecuali dalam dua perkara, (yaitu) orang yang dikaruniai harta kekayaan dan dihabiskan untuk menegakkan kebenaran, dan orang yang dikaruniai hikmah kemudian ia melaksanakan dan mengajarkannya (kepada orang lain).”

PANGGILAN TERHADAP MAYAT

DALAM suatu riwayat disebutkan, tatkala roh berpisah dari tubuh, maka ia dipanggil dari langit dengan tiga kai jeritan:

Wahai anak Adam !!!

Apakah kamu meninggalkan dunia, atau dunia yang meninggalkan kamu ?

Apakah kamu mengumpulkan dunia, atau dunia mengumpulkan kamu ?

Apakah kamu mematikan dunia, atau dunia mematikan kamu ?

Jika mayat diletakkan di tempat untuk dimandikan, maka ia dipanggil tiga kali teriakan:

Wahai anak Adam!!!

Dimanakah tubuhmu yang kuat, bukankah sekarang ini kamu menjadi lemah ?

Dimana mulutmu yang bijak, bukankah sekarang kamu diam ?

Dimana kekasihmu, bukankah mereka sekarang mengasingkan kamu?

Dikala mayat diletakkan di tempat kafan, ia dipanggil tiga kali jeritan:

Wahai anak Adam!!!

Pergilah kamu ketempat yang jauh ke tanpa membawa bekal!

Keluarlah kamu dari rumahmu, dan tidak usah kembali!

Naiklah kuda, dan kamu tidak akan naik seperti itu selamanya, kamu akan menjadi sesuatu di dalam rumah yang penuh kesedihan!

Sewaktu mayat itu dipikul diatas usungan, ia dipanggil tiga kali jeritan:

"Wahai anak Adam!!!

Sangat berbahagialah kamu jika kamu termasuk orang yang bertaubat.

Sangat berbahagialah kamu jika amal kamu baik.

Sangat berbahagialah kamu jika sahabatmu dalam keridhaan Allah, dan alangkah celakanya kamu jika para sahabatmu orang yang dimurkai Allah."

Sewaktu mayat diletakkan untuk disholatkan, maka ia dipanggil tiga kali teriakan:

Wahai anak Adam!!!

Segala amal yang telah kamu lakukan akan kamu lihat!

Jika amal perbuatanmu baik, maka kamu akan melihat baik!

Jika amal perbuatanmu buruk, kamu pun akan melihat buruk!"

Kemudian apabila mayat sudah berada di tepi kubur, maka ia dipanggil lagi tiga kali teriakan:

"Wahai anak Adam!!!

Bukankah kamu menambahkan damai pada tempat yang sempit ini ?

Bukankah kamu membawa kekayaan di tempat kekafiran ini ?

Bukankah kamu membawa penerang ditempat yang gelap ini ?

Dan jika mayat diletakkan pada liang kubur, maka iapun dipanggil dengan tiga kali jeritan:

Wahai anak Adam!!!

Kamu di atas punggungku bersenda gurau, tapi kamu dalam perutku menjadi menangis.

Kamu berada diatas punggungku bergembira ria, tapi kamu dalam perutku menjadi cemas dan duka.

Kamu diatas punggungku dapat berbicara, tapi kamu dalam perutku kamu menjadi diam."

Setelah manusia pulang meninggalkan mayat yang sudah dikuburkan itu, lalu Allah SWT berfirman: "Wahai hamba-hambaKu, kamu tetap terpencil dan bersendirian, para manusia sudah pergi dan pulang meninggalkan kamu bersendirian dalam kegelapan kubur.

Padahal kamu telah berbuat maksiat kepada-Ku karenapara manusia, karena isteri dan anak. Namun Aku sangat kasihan kepadamu pada hari ini dengan limpahan Rahmat, yang denganya para makhluk semua kagum. Dan aku lebih kasihan kepadamu daripada kasih IBU kepada anaknya."

Wahai saudara muslimin ku… … siapakah mayat itu… … … .aku, kau, kamu semua sudah pasti akan menjadi mayat suatu hari nanti. Dikala itu kita pasti akan mendengar jeritan yang amat menggerikan itu hinggakan makhluk yang lain mendengarnya merasa takut dan kagum terhadap Maha Pencipta. Mana amalan mu… … … mana kebaikanmu sebagai Khalifah Allah dimuka bumi ini… … … … … … ???????

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT

Yang akan ikut mayat adalah tiga: keluarga, hartanya, dan amalnya.

Ada dua yang kembali dan satu tinggal bersamanya; keluarga dan hartanya akan kembali sementara amalnya akan tinggal bersamanya.

Ketika roh meninggalkan jasad… terdengar suara dari langit memekik,

"Wahai Polan anak si Polan !!! :

Apakah kau yang telah meninggalkan dunia, atau dunia yang meninggalkanmu?

Apakah kau yang telah menumpuk harta kekayaan, atau kekayaan yang telah menumpukmu ?

Apakah kau yang telah menumpuk dunia, atau dunia yang telah menumpukmu ?

Apakah kau yang telah mengubur dunia, atau dunia yang telah menguburmu?."

Ketika mayat tergeletak akan dimandikan terdengar dari langit suara memekik,

"Wahai Polan anak si Polan !!! :

Mana badanmu yang dahulunya kuat, mengapa kini terkulai lemah ?

Mana lisanmu yang dahulunya fasih, mengapa kini bungkam tak bersuara ?

Mana telingamu yang dahulunya mendengar, mengapa kini tuli dari seribu bahasa ?

Mana sahabat-sahabatmu yang dahulunya setia, mengapa kini raib tak bersuara ?

Ketika mayat siap dikafan… suara dari langit terdengar memekik :

Wahai Polan anak si Polan berbahagialah apabila kau bersahabat dengan ridha Allah Celakalah apabila kau bersahabat dengan murka Allah….

Wahai Polan anak si Polan kini kau tengah berada dalam sebuah perjalanan nun jauh tanpa bekal kau telah keluar dari rumahmu dan tidak akan kembali selamanya kini kau tengah safar pada sebuah tujuan yang penuh pertanyaan."

Ketika mayat diusung… . terdengar dari langit suara memekik

"Wahai Polan anak si Polan !!! :

Berbahagialah apabila amalmu adalah kebajikan

Berbahagialah apabila matimu diawali tobat

Berbahagialah apabila hidupmu penuh dengan taat."

Ketika mayat siap dishalatkan terdengar dari langit suara memekik :

“Wahai Polan anak si Polan !!!:

Setiap pekerjaan yang kau lakukan kelak kau lihat hasilnya di akhirat

Apabila baik maka kau akan melihatnya baik

Apabila buruk, kau akan melihatnya buruk."

Ketika mayat dibaringkan di liang lahat terdengar suara memekik dari langit,

"Wahai Polan anak si Polan apa yang telah kau siapkan dari rumahmu yang luas di dunia untuk kehidupan yang penuh gelap gulita di sini wahai Polan anak si Polan ……

Dahulu kau tertawa, kini dalam perutku kau menangis

Dahulu kau bergembira, kini dalam perutku kau berduka

Dahulu kau bertutur kata, kini dalam perutku kau bungkam seribu bahasa."

Ketika semua manusia meninggalkannya sendirian… .

Allah berkata kepadanya, "Wahai hamba-Ku… .. kini kau tinggal seorang diri tiada teman dan tiada kerabat di sebuah tempat kecil, sempit dan gelap.. mereka pergi meninggalkanmu seorang diri padahal, karena mereka kau pernah langgar perintahku hari ini,… . akan kutunjukan kepadamu kasih sayang-Ku yang akan takjub seisi alam aku akan menyayangimu lebih dari kasih sayang seorang ibu pada anaknya.

Kepada jiwa-jiwa yang tenang Allah berfirman, "Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam jannah-Ku

Tafsir Surah An-Nas

Sebenarnya syaitan itu pengecut. Syaitan tidak berani bertindak secara terang-terangan. Syaitan hanya bertindak secara sembunyi-sembunyi dan terhadap insan yang lalai saja. Syaitan amat takut kepada manusia yang berani, yaitu insan beriman yang mengamalkan zikir dan bersenjatakan doa.

Syaitan pengecut itu akan mundur menyembunyikan diri apabila ditentang oleh insan beriman seperti sabda Rasulullah s.a.w. (artinya): "Apabila manusia menyebut nama Allah, ia (syaitan) akan mundur/lari; dan apabila manusia lalai, dia akan membisikkan kejahatan."

Surah An-Nas ialah surah yang ke-114 dalam al-Quran. Surah yang terdiri dari enam ayat ini diturunkan di Mekah setelah turunnya surah al-Falaq. An-nas artinya "manusia".

TERJEMAHAN SURAH AN-NAS

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang.

1.Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku berlindung kepada (Allah) pemelihara sekalian manusia,

2.Raja manusia(Yang menguasai sekalian manusia),

3.Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia,

4.Dari kejahatan pembisik, penghasut yang timbul tenggelam,*

5.Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia,

6.(Yaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia.**

*Nota 1: Yakni yang "timbul" menjalankan bisikan dan hasutannya apabila manusia lalai dari mengingat Allah dan hukum agamanya, dan "tenggelam" (mundur/lari) pada saat seseorang ingat kepada Allah dan memikirkan balasan buruk yang disediakan oleh Allah untuk orang yang melakukan kejahatan (hasil bisikan dan hasutan itu).

**Nota 2: … Surah ini mengajar kita memohon perlindungan dari bahaya batin yaitu bahaya perasaan waswas (ragu-ragu) dan ingatan buruk yang datang dr angkaramurka makhluk yang tidak kelihatan pada kita--(syaitan atau jin), dan dari tipu daya makhluk yang berupa manusia … .

ULASAN

Dengan membaca surah ini kita memohon perlindungan Rabb--Tuhan yang memelihara, yang memerintah dan yang disembah oleh manusia--agar melindungi diri kita dari kejahatan syaitan. Syaitan itu--datang dan menghilang,timbul tenggelam--membisikkan kejahatan di dalam hati manusia.

Maksud hadis, dari Ibnu Abas r.a., katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: Syaitan itu duduk (nongkrongi) di atas hati manusia; apabila manusia mengingat Allah, dia mundur; apabila manusia lalai, dia membisikkan kejahatan.

Hamka (Tafsir Al-Azhar, Juz 29--30, 1984: 296) memetik pandangan Ibnu Qatadah seperti yang berikut: "Dikeduanya ada syaitannya. Di kalangan jin ada syaitan-suaitan, di kalangan manusia pun ada syaitan-syaitan."

Jadi, syaitan itu bisa berupa syaitan (sebenarnya) yang tidak bisa dilihat dan syaitan (jadian) yang berupa manusia. Menurut Ahmad Sonhadji Mohamad dalam buku Tafsir Al-Quran Juz 30 (1990: 233), "syaitan dari bangsa manusia lebih jahat dan sangat berbahaya dibanding syaitan dari bangsa jin".

Syed Qutb pula berkata, manusia akan bersiap sedia mempertahankan diri dari kejahatan syaitan "apabila seseorang itu menyadari bahwa syaitan yang tidak nampak itu membisikkan kejahatan di dalam hati manusia secara halus dan tidak dapat dilihat, begitu juga apabila dia menyadari ada manusia menaburkan kejahatan di dalam hati manusia sama seperti syaitan yang tidak nampak itu … ."

Menurut Syed Qutb lagi, syaitan telah mengisytiharkan perang terus-menerus terhadap manusia. Perisytiharan itu lahir dari tabiat jahat, angkuh, hasad dengki dan dendam kesumatnya terhadap manusia. Syaitan telah meminta kebenaran dari Allah untuk memerangi manusia, dan permintaan itu telah dikabulkan oleh Allah karena suatu hikmat yang diketahui-Nya.

Walau bagaimanapun, Allah menyediakan manusia dengan iman sebagai perisai untuk menghadapi angkara murka syaitan. Allah menjadikan zikir sebagai kelengkapan perang untuk manusia menghadapi bala tentera syaitan. Allah telah membekali manusia dengan doa sebagai senjata yang dapat melindungi manusia dari godaan syaitan. Seandainya manusia melupakan perisai, kelengkapan dan alat senjata itu, maka manusia itu sajalah yang patut disalahkan! (Tafsir fi Zilalil Qur'an, Juz Amma (Jawi), Dian Darulnaim 1988, hlm. 18-19.)

EMPAT GOLONGAN PENGGODA

Menurut Syed Qutb, terdapat empat golongan penghasut dari kalangan manusia yaitu teman jahat, provokator/dalang, tukang umpat dan penjual nafsu:

1. Teman jahat menaburkan kejahatan ke dalam hati dan akal kawannya tanpa disadari;

2. Provokator/dalang para pejabat membisikkan idea jahat kepada tuannya sehingga para pejabat itu menzalimi rakyat;

3. Tukang umpat menggunakan kata-kata yang indah dengan licik sehingga kepalsuan yang disebarkannya kelihatan seolah-olah benar;

4. Dan penjual nafsu, dengan gaya yang amat menarik, menyelinap masuk dari pintu naluri tidak dapat ditolak melainkan dengan kekuatan iman dan pertolongan Allah!

Menurut Syed Qutb lagi, ada hasutan jahat manusia yang lebih buruk daripada hasutan syaitan. "Di sana terdapat berpuluh-puluh jenis pembisik kejahatan yang datang dan menghilang, yang membuat perangkap kejahatan dan menyeludupkannya ke dalam hati manusia. Mereka lebih jahat daripada syaitan yang tidak nampak dan lebih halus jejak langkahnya”.

TAUBAT LELAKI YANG SIBUK

Diceritakan bahwa ada seseorang menceritakan kepada Hasan Al-Basri: "Wahai Abu Said! Di sini ada seorang lelaki yang tidak mau berkumpul dengan orang ramai. Dia sentiasa duduk sendirian saja."

Hasan pergi kepada orang yang dimaksudkan itu dan berkata: "Wahai hamba Allah! Aku melihat engkau suka duduk menyendiri saja. Mengapa engkau tidak suka bergaul dengan orang ramai?" "Ada suatu perkara yang telah menyibukkan aku dari berkumpul dengan manusia."

Sekurang-kurangnya engkau pergi kepada lelaki yang dipanggil sebagai Hasan Al-Basri dan duduk di majlis ilmunya." kata Hasan lagi.

"Ada satu perkara yang mencegah aku dari berkumpul dengan manusia termasuk Hasan Al-Basri." Kata lelaki itu.

"Semoga Allah merahmatimu. Apakah gerangan yang sentiasa menyibukkan engkau?"

"Aku setiap hari terjepit di antara nikmat dan dosa. Maka setiap hari diriku sibuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah dan sibuk bertaubat atas dosa-dosa tersebut." Jawab lelaki itu.

"Wahai hamba Allah! Kalau begitu engkau lebih alim dari Hasan Al-Basri. Maka kekalkanlah amalan yang telah engkau lakukan." Kata Hasan Al-Basri.

TAUBAT SEORANG WANITA BUTA

Saleh Al-Muri bercerita, bahwa dia pernah melihat seorang perempuan tua memakai baju kasar di Mihrab Daud Alaihissalam.

Perempuan yang telah buta matanya itu sedang mengerjakan sholat sambil menangis terisak-isak. Setelah selesai sholat dia mengangkat wajahnya ke langit dan berdoa:

"Wahai Tuhan Engkaulah tempatku memohon dan Pelindungku dalam hidup. Engkaulah penjamin dan pembimbingku dalam mati. Wahai Yang Maha Mengetahui perkara yang tersembunyi dan rahasia, serta setiap getaran batin tidak ada Raja bagiku selain Engkau yang kuharap dapat menghindarkan bencana yang dahsyat."

Saleh Al-Muri memberi salam kepada perempuan tersebut dan bertanya: "Wahai Ibu! Apa yang menyebabkan hilangnya

penglihatanmu?" "Tangisku yang disebabkan sedihnya hatiku karena terlalu banyaknya maksiatku kepada-Nya, dan terlalu sedikitnya ingatan dan pengabdianku kepada-Nya. Jika Dia mengampunkan aku dan menggantinya di akhirat nanti, adalah lebih baik dari kedua-dua mataku ini. Jika Dia tidak mengampunkan aku, buat apa mata di dunia tetapi akan dibakar di nereka nanti." Kata perempuan tua itu.

Saleh pun ikut menangis karena sangat terharu mendengar hujjah wanita yang mengharukan itu.

"Wahai Saleh! Sudikah kiranya engkau membacakan sesuatu dari ayat Al-Quran untukku. Karena aku sudah sangat rindu kepadanya." Pinta perempuan itu.

Lalu Saleh membacakan ayat yang artinya: "Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya."

(Al-An'am: 91)

"Wahai Saleh, siapakah yang berkhidmat kepada-Nya dengan sebenarnya?" Kata perempuan itu lalu menjerit kuat-kuat dengan jeritan yang boleh menggoncangkan hati orang yang mendengarnya. Dia jatuh ke bumi dan meninggal dunia seketika itu juga.

Pada suatu malam Saleh Al-Muri bermimpi berjumpa dengan perempuan tua itu dalam keadaan memakai baju yang sangat bagus.

Dalam mimpi tersebut Saleh bertanya: "Bagaimana keadaanmu sekarang?"

Perempuan itu menjawab: "Lebih baik rohku dicabut, aku didudukkan di hadapan-Nya dan berkata: "Selamat datang wahai orang yang mati akibat terlalu sedih karena merasa sedikitnya khidmatnya kepada-Ku."