2008/03/27

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT

Yang akan ikut mayat adalah tiga: keluarga, hartanya, dan amalnya.

Ada dua yang kembali dan satu tinggal bersamanya; keluarga dan hartanya akan kembali sementara amalnya akan tinggal bersamanya.

Ketika roh meninggalkan jasad… terdengar suara dari langit memekik,

"Wahai Polan anak si Polan !!! :

Apakah kau yang telah meninggalkan dunia, atau dunia yang meninggalkanmu?

Apakah kau yang telah menumpuk harta kekayaan, atau kekayaan yang telah menumpukmu ?

Apakah kau yang telah menumpuk dunia, atau dunia yang telah menumpukmu ?

Apakah kau yang telah mengubur dunia, atau dunia yang telah menguburmu?."

Ketika mayat tergeletak akan dimandikan terdengar dari langit suara memekik,

"Wahai Polan anak si Polan !!! :

Mana badanmu yang dahulunya kuat, mengapa kini terkulai lemah ?

Mana lisanmu yang dahulunya fasih, mengapa kini bungkam tak bersuara ?

Mana telingamu yang dahulunya mendengar, mengapa kini tuli dari seribu bahasa ?

Mana sahabat-sahabatmu yang dahulunya setia, mengapa kini raib tak bersuara ?

Ketika mayat siap dikafan… suara dari langit terdengar memekik :

Wahai Polan anak si Polan berbahagialah apabila kau bersahabat dengan ridha Allah Celakalah apabila kau bersahabat dengan murka Allah….

Wahai Polan anak si Polan kini kau tengah berada dalam sebuah perjalanan nun jauh tanpa bekal kau telah keluar dari rumahmu dan tidak akan kembali selamanya kini kau tengah safar pada sebuah tujuan yang penuh pertanyaan."

Ketika mayat diusung… . terdengar dari langit suara memekik

"Wahai Polan anak si Polan !!! :

Berbahagialah apabila amalmu adalah kebajikan

Berbahagialah apabila matimu diawali tobat

Berbahagialah apabila hidupmu penuh dengan taat."

Ketika mayat siap dishalatkan terdengar dari langit suara memekik :

“Wahai Polan anak si Polan !!!:

Setiap pekerjaan yang kau lakukan kelak kau lihat hasilnya di akhirat

Apabila baik maka kau akan melihatnya baik

Apabila buruk, kau akan melihatnya buruk."

Ketika mayat dibaringkan di liang lahat terdengar suara memekik dari langit,

"Wahai Polan anak si Polan apa yang telah kau siapkan dari rumahmu yang luas di dunia untuk kehidupan yang penuh gelap gulita di sini wahai Polan anak si Polan ……

Dahulu kau tertawa, kini dalam perutku kau menangis

Dahulu kau bergembira, kini dalam perutku kau berduka

Dahulu kau bertutur kata, kini dalam perutku kau bungkam seribu bahasa."

Ketika semua manusia meninggalkannya sendirian… .

Allah berkata kepadanya, "Wahai hamba-Ku… .. kini kau tinggal seorang diri tiada teman dan tiada kerabat di sebuah tempat kecil, sempit dan gelap.. mereka pergi meninggalkanmu seorang diri padahal, karena mereka kau pernah langgar perintahku hari ini,… . akan kutunjukan kepadamu kasih sayang-Ku yang akan takjub seisi alam aku akan menyayangimu lebih dari kasih sayang seorang ibu pada anaknya.

Kepada jiwa-jiwa yang tenang Allah berfirman, "Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam jannah-Ku

Tafsir Surah An-Nas

Sebenarnya syaitan itu pengecut. Syaitan tidak berani bertindak secara terang-terangan. Syaitan hanya bertindak secara sembunyi-sembunyi dan terhadap insan yang lalai saja. Syaitan amat takut kepada manusia yang berani, yaitu insan beriman yang mengamalkan zikir dan bersenjatakan doa.

Syaitan pengecut itu akan mundur menyembunyikan diri apabila ditentang oleh insan beriman seperti sabda Rasulullah s.a.w. (artinya): "Apabila manusia menyebut nama Allah, ia (syaitan) akan mundur/lari; dan apabila manusia lalai, dia akan membisikkan kejahatan."

Surah An-Nas ialah surah yang ke-114 dalam al-Quran. Surah yang terdiri dari enam ayat ini diturunkan di Mekah setelah turunnya surah al-Falaq. An-nas artinya "manusia".

TERJEMAHAN SURAH AN-NAS

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang.

1.Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku berlindung kepada (Allah) pemelihara sekalian manusia,

2.Raja manusia(Yang menguasai sekalian manusia),

3.Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia,

4.Dari kejahatan pembisik, penghasut yang timbul tenggelam,*

5.Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia,

6.(Yaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia.**

*Nota 1: Yakni yang "timbul" menjalankan bisikan dan hasutannya apabila manusia lalai dari mengingat Allah dan hukum agamanya, dan "tenggelam" (mundur/lari) pada saat seseorang ingat kepada Allah dan memikirkan balasan buruk yang disediakan oleh Allah untuk orang yang melakukan kejahatan (hasil bisikan dan hasutan itu).

**Nota 2: … Surah ini mengajar kita memohon perlindungan dari bahaya batin yaitu bahaya perasaan waswas (ragu-ragu) dan ingatan buruk yang datang dr angkaramurka makhluk yang tidak kelihatan pada kita--(syaitan atau jin), dan dari tipu daya makhluk yang berupa manusia … .

ULASAN

Dengan membaca surah ini kita memohon perlindungan Rabb--Tuhan yang memelihara, yang memerintah dan yang disembah oleh manusia--agar melindungi diri kita dari kejahatan syaitan. Syaitan itu--datang dan menghilang,timbul tenggelam--membisikkan kejahatan di dalam hati manusia.

Maksud hadis, dari Ibnu Abas r.a., katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: Syaitan itu duduk (nongkrongi) di atas hati manusia; apabila manusia mengingat Allah, dia mundur; apabila manusia lalai, dia membisikkan kejahatan.

Hamka (Tafsir Al-Azhar, Juz 29--30, 1984: 296) memetik pandangan Ibnu Qatadah seperti yang berikut: "Dikeduanya ada syaitannya. Di kalangan jin ada syaitan-suaitan, di kalangan manusia pun ada syaitan-syaitan."

Jadi, syaitan itu bisa berupa syaitan (sebenarnya) yang tidak bisa dilihat dan syaitan (jadian) yang berupa manusia. Menurut Ahmad Sonhadji Mohamad dalam buku Tafsir Al-Quran Juz 30 (1990: 233), "syaitan dari bangsa manusia lebih jahat dan sangat berbahaya dibanding syaitan dari bangsa jin".

Syed Qutb pula berkata, manusia akan bersiap sedia mempertahankan diri dari kejahatan syaitan "apabila seseorang itu menyadari bahwa syaitan yang tidak nampak itu membisikkan kejahatan di dalam hati manusia secara halus dan tidak dapat dilihat, begitu juga apabila dia menyadari ada manusia menaburkan kejahatan di dalam hati manusia sama seperti syaitan yang tidak nampak itu … ."

Menurut Syed Qutb lagi, syaitan telah mengisytiharkan perang terus-menerus terhadap manusia. Perisytiharan itu lahir dari tabiat jahat, angkuh, hasad dengki dan dendam kesumatnya terhadap manusia. Syaitan telah meminta kebenaran dari Allah untuk memerangi manusia, dan permintaan itu telah dikabulkan oleh Allah karena suatu hikmat yang diketahui-Nya.

Walau bagaimanapun, Allah menyediakan manusia dengan iman sebagai perisai untuk menghadapi angkara murka syaitan. Allah menjadikan zikir sebagai kelengkapan perang untuk manusia menghadapi bala tentera syaitan. Allah telah membekali manusia dengan doa sebagai senjata yang dapat melindungi manusia dari godaan syaitan. Seandainya manusia melupakan perisai, kelengkapan dan alat senjata itu, maka manusia itu sajalah yang patut disalahkan! (Tafsir fi Zilalil Qur'an, Juz Amma (Jawi), Dian Darulnaim 1988, hlm. 18-19.)

EMPAT GOLONGAN PENGGODA

Menurut Syed Qutb, terdapat empat golongan penghasut dari kalangan manusia yaitu teman jahat, provokator/dalang, tukang umpat dan penjual nafsu:

1. Teman jahat menaburkan kejahatan ke dalam hati dan akal kawannya tanpa disadari;

2. Provokator/dalang para pejabat membisikkan idea jahat kepada tuannya sehingga para pejabat itu menzalimi rakyat;

3. Tukang umpat menggunakan kata-kata yang indah dengan licik sehingga kepalsuan yang disebarkannya kelihatan seolah-olah benar;

4. Dan penjual nafsu, dengan gaya yang amat menarik, menyelinap masuk dari pintu naluri tidak dapat ditolak melainkan dengan kekuatan iman dan pertolongan Allah!

Menurut Syed Qutb lagi, ada hasutan jahat manusia yang lebih buruk daripada hasutan syaitan. "Di sana terdapat berpuluh-puluh jenis pembisik kejahatan yang datang dan menghilang, yang membuat perangkap kejahatan dan menyeludupkannya ke dalam hati manusia. Mereka lebih jahat daripada syaitan yang tidak nampak dan lebih halus jejak langkahnya”.

TAUBAT LELAKI YANG SIBUK

Diceritakan bahwa ada seseorang menceritakan kepada Hasan Al-Basri: "Wahai Abu Said! Di sini ada seorang lelaki yang tidak mau berkumpul dengan orang ramai. Dia sentiasa duduk sendirian saja."

Hasan pergi kepada orang yang dimaksudkan itu dan berkata: "Wahai hamba Allah! Aku melihat engkau suka duduk menyendiri saja. Mengapa engkau tidak suka bergaul dengan orang ramai?" "Ada suatu perkara yang telah menyibukkan aku dari berkumpul dengan manusia."

Sekurang-kurangnya engkau pergi kepada lelaki yang dipanggil sebagai Hasan Al-Basri dan duduk di majlis ilmunya." kata Hasan lagi.

"Ada satu perkara yang mencegah aku dari berkumpul dengan manusia termasuk Hasan Al-Basri." Kata lelaki itu.

"Semoga Allah merahmatimu. Apakah gerangan yang sentiasa menyibukkan engkau?"

"Aku setiap hari terjepit di antara nikmat dan dosa. Maka setiap hari diriku sibuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah dan sibuk bertaubat atas dosa-dosa tersebut." Jawab lelaki itu.

"Wahai hamba Allah! Kalau begitu engkau lebih alim dari Hasan Al-Basri. Maka kekalkanlah amalan yang telah engkau lakukan." Kata Hasan Al-Basri.

TAUBAT SEORANG WANITA BUTA

Saleh Al-Muri bercerita, bahwa dia pernah melihat seorang perempuan tua memakai baju kasar di Mihrab Daud Alaihissalam.

Perempuan yang telah buta matanya itu sedang mengerjakan sholat sambil menangis terisak-isak. Setelah selesai sholat dia mengangkat wajahnya ke langit dan berdoa:

"Wahai Tuhan Engkaulah tempatku memohon dan Pelindungku dalam hidup. Engkaulah penjamin dan pembimbingku dalam mati. Wahai Yang Maha Mengetahui perkara yang tersembunyi dan rahasia, serta setiap getaran batin tidak ada Raja bagiku selain Engkau yang kuharap dapat menghindarkan bencana yang dahsyat."

Saleh Al-Muri memberi salam kepada perempuan tersebut dan bertanya: "Wahai Ibu! Apa yang menyebabkan hilangnya

penglihatanmu?" "Tangisku yang disebabkan sedihnya hatiku karena terlalu banyaknya maksiatku kepada-Nya, dan terlalu sedikitnya ingatan dan pengabdianku kepada-Nya. Jika Dia mengampunkan aku dan menggantinya di akhirat nanti, adalah lebih baik dari kedua-dua mataku ini. Jika Dia tidak mengampunkan aku, buat apa mata di dunia tetapi akan dibakar di nereka nanti." Kata perempuan tua itu.

Saleh pun ikut menangis karena sangat terharu mendengar hujjah wanita yang mengharukan itu.

"Wahai Saleh! Sudikah kiranya engkau membacakan sesuatu dari ayat Al-Quran untukku. Karena aku sudah sangat rindu kepadanya." Pinta perempuan itu.

Lalu Saleh membacakan ayat yang artinya: "Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya."

(Al-An'am: 91)

"Wahai Saleh, siapakah yang berkhidmat kepada-Nya dengan sebenarnya?" Kata perempuan itu lalu menjerit kuat-kuat dengan jeritan yang boleh menggoncangkan hati orang yang mendengarnya. Dia jatuh ke bumi dan meninggal dunia seketika itu juga.

Pada suatu malam Saleh Al-Muri bermimpi berjumpa dengan perempuan tua itu dalam keadaan memakai baju yang sangat bagus.

Dalam mimpi tersebut Saleh bertanya: "Bagaimana keadaanmu sekarang?"

Perempuan itu menjawab: "Lebih baik rohku dicabut, aku didudukkan di hadapan-Nya dan berkata: "Selamat datang wahai orang yang mati akibat terlalu sedih karena merasa sedikitnya khidmatnya kepada-Ku."

TIPU DAYA SYETAN

Ada kaidah bahwa sesuatu yang tidak terlihat tidak lantas disebut tidak ada. Contoh sederhananya adalah elektron, udara, jin. Seorang Profesor elektro pun pasti belum pernah melihat elektron dengan kasat mata, atau melihat arus listrik yang mengalir pada kabel. Bila tidak percaya pegang saja kabel listrik kalau tidak kabel itu "menggigit" alias nyetrum. Tapi jangan coba-coba mengetesnya sendiri pokonya percaya saja. Udara juga kita pasti tidak dapat melihatnya. Yang terlihat hanyalah gerakan benda-benda yang terhempas oleh udara contohnya dedaunan yang bergoyang terhempas udara. Begitu juga jin. Dan untuk masalah jin ini, walaupun tidak terlihat dia pasti ada. Jin itu sendiri ada yang muslim dan ada yang kafir. Dan yang mengajak kejahatan itu disebut dengan syetan dan nenek moyangnya adalah iblis laknatulloh.

Mengapa kita harus percaya bahwa sesuatu yang tidak terlihat belum tentu tidak ada? Itu karena manusia sendiri diciptakan sempurna oleh Alloh. Manusia diciptakan dengan keterbatasan. Dengan keterbatasannya itu sesungguhnya itu adalah rahmat bagi manusia itu sendiri. Manusia diciptakan dengan kemampuan melihat pergerakan benda yang kecepatannya terbatas. Juga manusia diciptakan dengan kemampuan mendengar yang terbatas. Coba kita lihat baling-baling peS.A.W at, pasti bila putaran baling-baling itu kecepatannya makin tinggi maka tidak akan kelihatan anak baling-baling tersebut. Coba kita bisa mendengar semua frekuensi suara bisa stress jadinya bila setiap hari mendengar suara kelelawar, suara gelombang radio atau suara semut. Maha suci Alloh yang telah menciptakan keterbatasan pada diri manusia.

Manusia diciptakan dari tanah/sari pati tanah. Tapi bukan berarti kalau kita ditimpuk oleh tanah langsung bersenyawa, hasilnya yang pasti adalah benjol. Begitu juga dengan jin yang diciptakan dari panas api dan itu tidak berati jin tidak bisa meraskan panasnya api (neraka).

Menurut sejarahnya iblis/syetan selalu akan berusaha membuat manusia menyimpang dari jalan yang lurus. Dan itu dilakukan dalam ukuran detik atau bahkan bila ada yang lebih kecil dari detik maka begitu gencarlah syetan berusaha menyesatkan manusia.

Kita yang tidak bisa melihat jin kafir/syetan suka terlena akan godaan syetan ini. Kita suka tidak sadar bahwa mereka selalu mengintai dan menyesatkan manusia seperti halnya aliran darah dalam tubuh manusia yang terus bersirkulasi begitu juga syetan, terus menyesatkan manusia tanpa henti.

Oleh sebab itu yakini sesungguhnya kita sedang berperang antara manusia dengan syetan. Dan syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia walaupun tidak terlihat mata. Dan alangkah aneh kita manusia tetapi tidak tahu atau tidak awas siapa musuh kita, bagaimana musuh kita.

Syetan itu bekerja sama antara syetan dari golongan jin dengan syetan dari golongan manusia. Contohnya adalah: melalui desainer pakaian syetan membisik-bisikan agar si desainer menghasilkan desain pakaian yang mini-mini yang membuka aurat. Juga syetan memberikan ide-ide kepada para pembuat iklan untuk membuat iklan yang menghasilkan kesan mesum dan juga para penggubah lagu juga dibisik-bisiki supaya menghasilkan lagu yang mengundang syahwat. Kesemuanya bermuara kepada melalaikan untuk mengingat Alloh! Bila melihat sinetron jaman sekarang, pasti bapak-bapak/ibu-ibu juga anak laki-laki/perempuan suka nonton sinetron bukan karena jalan ceritanya yang bagus tapi cenderung karena pemainnya yang muda-muda cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Dan ini tanpa disadari bisa menjadi sumber ketidak harmonisan rumah tangga. Coba saja lihat "habis lihat sinetron dengan pemainnya wanita-wanita cantik lalu setelah itu lihat wajah istri sendiri", pasti akan kelihatan lebih tua. Karena apa… ..karena barusan melihat wanita-wanita muda dan cantik disinetron. Begitu juga dengan ibu-ibu "habis lihat pemain yang muda gagah" lalu lihat suami … ..wah koq kelihatan sudsh tua sekali. Itulah cara-cara syetan memalingkan manusia melalui berbagai cara agar kehidupan manusia

penuh dengan perpecahan dan jauh dari mengingat Alloh.

Coba jalan-jalan ke Mall, dimana ada di Mall itu sesuatu yang bisa mengingatkan kita kepada Alloh. Suaran adzan / lantunan

Al-Qur'an tidak terdengar, sholat pun bisa jadi lewat begitu saja.

Begitu juga halnya dengan pacaran. Bila ada yang berkata "Aku cinta padamu"… padahal arti sebenarnya adalah "Aku nafsu sama kamu". Kenapa? Karena cinta itu sejatinya setelah memasuki jenjang perkawinan. Sebelum pernikahan yang ada hanyalah nafsu. Untuk itu berhati-hatilah antara pergaulan muda-mudi jangan sampai tergelincir kepada zina.

Dalam upaya kita berbuat kebaikan juga selalu berusaha syetan itu menyusup, misalnya ketika berbuat baik ditiup-tiupkan perasaan riya' atau ketika baca Al-Qur'an dibagus-baguskan supaya orang lain memuji kita.

Oleh sebab itu yakinlah bahwa syetan itu ada dan selalu berusaha menggelincirkan manusia kepada maksiat dan jauh dari mengingat Alloh.

Ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menjauhkan godaan syetan, antara lain adalah memohon perlindungan kepada Alloh agar diselamatkan dari godaan syetan, sebab syetan itu sendiri mutlak berada dalam genggaman Alloh.

Jangan jadikan rumah kita menjadi sarang syetan. Caranya adalah hindari barang-barang yang bisa menarik syetan untuk dijadikan tempat bersarang. Contoh: jangan ada patung, lukisan makhluk hidup, jangan ada tempat-tempat kotor, lembab, bau dan tidak terawat. Jangan pelihara anjing - Bagi yang punya anjing kasihkan saja sama orang lain yang non muslim karena anjing itu bisa menahan malaikat rahmat memasuki rumah kita. kalau untuk penjaga pakai saja alarm atau sewa satpam. Buat juga kamar atau rumah itu suasananya bisa mengingat Alloh. kalau perlu pajang kain kafan di kamar. Hati-hati dengan barang-barang elektronik seperti Komputer, TV, VCD, dll karena barang -barang itu juga bisa dijadikan alat perusak iman kita oleh syetan.

Disamping menjaga lingkungan dari kemungkinan dijadikannya sarang syetan maka diri kitapun harus dijaga dengan dzikir kepada Alloh baik diwaktu pagi atau petang dan juga sebelum tidur. Beberapa contoh yang dapat dilakukan adalah berwudhu sebelum tidur, membaca do'a sebelum tidur, juga baca ayat kursi atau baca lafadz : Laa ilaaha illallohu wahdahu Laa syarikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa 'alaa kulli syai'in qodiir sebanyak 100 kali (kalau bisa) atau baca doa-doa yang mashyur (Dzikir Al Ma'tsurat misalnya ).

Dan sebagai salah satu bentuk pertahanan yang harus selalu kita lakukan bagi keluarga/anak-anak kita atau saudara-saudara kita adalah berdo'a kepada Alloh yang menguasai segala makhluk agar terlindung dari godaan syetan.

Semoga kita semua dapat diselamatkan dan dilindugi oleh Alloh dari godaan syetan dan iblis yang terkutuk. Aamiin.

UNTUK KITA RENUNGKAN

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih

Suci lahir dan didalam batin

Tengoklah kedalam sebelum bicara

Singkirkan debu yang masih melekat 2X

Kita mesti berjuang, memerangi diri

Bercermin dan banyaklah bercermin

Tuhan ada disini, didalam jiwa ini

Berusahala agar Dia tersenyum 2X

Masih kuingat bait syair sebuah lagu Ebiet yang terkadang masih aku senandungkan entah mengapa kali ini aku ingin merenungkan dan mencoba mengkaji makna yang tersirat ataupun tersurat dalam lagu tersebut dalam aktifitas keseharianku.

Kita mesti telanjang karena aku harus mandi setelah bangun tidur untuk melakukan sholat subuh yang tentunya harus benar2 bersih namun apa yang sering aku lakukan adalah hanya berwudhu untuk melakukan sholat Subuh adapun mandinya menjelang berangkat kerja dengan harapan badan lebih Fresh, jangankan untuk suci di dalam bathin sementara suci lahirpun belum bisa aku laksanakan belum lagi ketika aku angkat tanganku bertakbiratul ihram aku telah berniat untuk sholat dilanjutkan dengan do'a iftitah yang didalamnya kuucapkan INNA SHOLATI WANUSUKI… dan seterusnya LILLAHI ROBBIL "ALAMIIN yang bermakna Sholatku hanya karena Allah tidak lain itu hanyalah bagian dari gerakan mulutku namun hati dan pikiranku kemana-mana, aku ingat sarapanku belum tersedia, aku harus pergi kerja lebih awal agar tidak terlambat dan lain sebagainya.

Setelah salam aku berdo'a : Robbana atina fiddunya khahasa wafil akhiroti Khasanah… dan seterusnya yang tidak lain adalah do'a sapu jagat yang intinya meminta kebaikan dunia dan akhirat, cobalah anda pikir patutkah Aku memohon kepada Allah yang sedemikian besar sementara aku sholat tanpa mandi dan masih berpikir macam2 dalam sholatku.

Aku berangkat kerja seiring dengan do'a Bismillahi Tawakkaltualallah, ditengah perjalanan lalu lintas macet karena salah satu mobil menyerobot dan terjepit diantara mobil- mobil yang lain dalam hatiku bergumam betapa egoisnya supir mobil tersebut tidak pernah memikirkan kepentingan orang lain seakan aku selalu mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentinganku sendiri.

Di kantor kulihat atasanku sedang kebingungan di depan computer dan selalu bertanya pada Clerknya Cara menjalankan Microsoft Office dalam hatiku berkata ah ternyata bener juga kata orang bahwa dia jadi atasanku karena ada KKN habisnya pakai Microsoft Office saja nggak bisa, tak lama kemudian anak buahku datang menyerahkan data untuk bahan presentasiku yang kutolak karena cara mendapatkan datanya salah, sekali lagi bergumam dalam hatiku apa saja yang dipelajari waktu sekolahnya toh dia lulusan dari sekolah terkenal dan nilai rata2 nya lebih tinggi dariku tapi kenapa sebodoh itu.

Sepintas terlihat ada pegawai wanita yang baru yang menarik perhatianku cantik, tinggi semampai tapi sayangnya kalau berjalan sedikit miring.Ah… . malu rasanya dengan lagu yang aku nyanyikan, selalunya kulihat kekurangan orang lain ada dimataku namun DEBU dihatiku tak pernah aku bersihkan.

Kita mesti berjuang memerangi diri bercermin dan banyaklah bercermin.Aku sepertinya lupa bahwa yang aku perangi selama ini adalah kemalasan untuk membaca buku2 ilmu pengetahuan yang bisa menghambat karirku dalam bekerja selain itu dengan penuh semangat aku perangi kemiskinan demi meningkatkan status sosial, memeras otak hanya untuk mencari jalan agar mendapat tambahan penghasilan padahal terkadang aku ingat sebuah kisah sahabat Rosulullah S.A.W yang bertanya sesaat setelah peperangan Badar, ya Rosulullah adakah perang yang lebih dahsyat dari perang badar ini, Jihaadun Nafs Jawab Rosulullah yaitu perang melawan hawa nafsu.

Beginilah aku yang lebih pandai berucap dan berkhotbah ketimbang melakukannya.

Kalau masalah bercermin aku tidak pernah lupa seharipun apalagi kalau akan keluar rumah, kulihat wajahku, dandananku tak lupa kusemprotkan parfum kebanggaanku dan dengan percaya diri aku keluar rumah. Aku juga bercermin kepada kawanku, tetanggaku, keluargaku tentang apa yang telah dia lakukan sehingga mereka berhasil menduduki jabatan yang tinggi, kekayaan yang berlimpah hingga tak perlu khawatir tentang anak keturunanya, jeleknya aku jarang kalau tidak boleh dikatakan tidak pernah bercermin kepada saudaraku yang senantiasa beribadah kepada Allah, yang selalu mensyukuri apa yang dia miliki, lebih miskin dariku namun bersedekah jauh melebihi aku padahal aku pernah mendengar bahwa lihatlah kebawah tentang harta dan lihatlah keatas mengenai ilmu demikian juga ketika aku mendengar Ayat Allah dibacakan " Lainsyakartum La azidannakum Walainkafartum Inna Adzaabi Lasadiid " dan ditutup dengan shodaqollohul adhim aku hafal tentang arti Ayat Allah yaitu barangsiapa yang bersyukur atas nikmatKU maka akan kutambah nikmat itu dan barangsiapa yang ingkar sesungguhnya siksaKU amatlah pedih kemudian ditutup dengan maha benar Allah dengan segala FirmanNya dan semua itu berlalu begitu saja di telingaku.

Ya Allah dimanakah tempatku setelah Engkau perhitungkan amal dan dosaku.

Allah ada didalam jiwa ini adalah kalimat puistis yang sering kudendangkan tatkala aku lagi menghadapi masalah atau menerima musibah tak lupa kusertakan kalimat selanjutnya Allah akan membantu hambaNya yang berusaha tidak lain hanyalah demi untuk memotivasi keyakinanku untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah, tidak demikian halnya tatkala aku lagi Happy seakan kalimat2 tersebut tak pernah aku mendengarnya bagaimana tidak, aku bisa berkata bohong untuk menolak permintaan shodaqoh untuk masjid, aku dengan leluasa membawa alat tulis kantor ke rumah untuk kepentingan pribadi semuanya seakan Allah tidak ada dalam jiwaku dan tiba2 ada ketika aku butuh pertolongannya.

Ya Allah berilah aku petunjuk karena hanya dariMUlah petunjuk itu datang. Dalam kebodohanku aku masih yakin bahwa Allah akan tersenyum kepadaku meski aku tak tahu kapan. Siapakah Aku ?

Aku bisa saja sang penulis, yang membaca atau siapa saja yang masih suka menonjolkan Akunya.

Untuk kita renungkan… … … …

WANITA BERTANGAN LUMPUH

Pada suatu hari pernah seorang wanita yang lumpuh tangan kanannya menghadap Nabi S.A.W seraya berkata : "Ya Nabiyallah, kumohon sudilah kiranya baginda memohon kepada Allah SWT agar Dia menyembuhkan tangan kananku yang lumpuh ini!"

Nabi S.A.W bertanya kepadanya : "Apakah yang menjadikan tanganmu lumpuh ?"

Maka wanita tadi menceritakan sebab kelumpuhannya :

"Ya, Nabiyallah, pada suatu malam aku bermimpi seakan-akan hari kiamat telah tiba. Neraka Jahannam yang apinya menyala-nyala tergambar dengan jelas dalam impianku, begitu juga surga. Namun betapa hati merasa sedih ketika aku melihat ibuku berada di neraka Jahannam. Dia memegang sepotong lemak dan selembar kain serbet. Dengan sepotong lemak dan selembar kain serbet itulah ibuku nampak bersusah payah menghalangi panasnya jilatan api neraka Jahannam. Maka aku segera menyapa ibuku : "Aduh ibu, mengapa ibu berada di jurang neraka Jahannam ini ? Padahal setahuku, ibu dulu rajin beribadah kepada Allah SWT, dan ayahpun nampaknya meridhai kebaktianmu ?"

Ibu : "Wahai anakkku, ketahuilah bahwa ibu dulu terlanjur bersifat kikir. Maka inilah tempat yang disediakan bagi orang-orang yang kikir!"

Anak : "Apakah arti sepotong lemak dan selembar serbet yang ibu pegang itu ?"

Ibu : "Anakku, hanya kedua benda itulah yang pernah kudermakan selama hidup! Selain itu tak ada lagi!"

Anak : "Lalu, sekarang ayah di mana ?"

Ibu : "Wahai anakku, ayahmu dulu seorang yang dermawan. Maka beliau sekarang berada di surga bersama-sama dengan para dermawan lainnya."

Ya Nabiyallah, setelah itu aku pun segera ke surga menghampiri ayahku. Ternyata ayah sedang berdiri di sisi telagamu Ya Rasulullah. Disana beliau membagi-bagikan air minum kepada orang banyak, tetapi ibuku justru dilupakan.

Lalu aku bertanya kepada ayah : "Wahai ayahku, ketahuilah bahwa ibuku yang juga istri ayah, meskipun dulu sama-sama taat beribadah kepada Allah dan ayahpun tampaknya meridhai kebaktian ibu, namun kini dia berada di neraka Jahannam!.

Sementara itu, ayah berada di tempat ini membagi-bagikan minuman dari telaga Rasulullah S.A.W kepada orang banyak. Dan ayah begitu tega melupakan ibu. Maka kumohon wahai ayah, berilah segelas air dari telaga ini untuk kuberikan kepada ibu!"

Kata ayah : "Hai anakku, ketahuilah bahwa Allah SWT telah mengharamkan orang-orang yang kikir dan orang-orang yang kikir dan orang-orang yang berdosa meminum air telaga Rasulullah S.A.W ini!"

Ya Nabiyallah, mendengar jawaban ayah yang melarangku mengambil air dari telagamu, maka aku nekat mengambil segelas air dari telaga itu tanpa sepengetahuan ayahku. Lalu aku bermaksud memberikannya kepda ibu yang telah lama kehausan. Tiba-tiba terdengar suara: "Semoga Allah melumpuhkan tanganmu, karena kamu telah berani mencuri air dari telaga Rasulullah S.A.W ini untuk memberikan kepada orang yang kikir lagi berdosa!"

Ya Nabiyallah, usai mendengar suara itu, aku terbangun dari tidurku. Dan ternyata tanganku menjadi lumpuh seperti ini. Inilah sebab kelumpuhan tangan kananku, ya Nabiyallah!"

Setelah Nabi S.A.W mendengarkan sebab-sebab kelumpuhan tangan kanan wanita tersebut, maka beliau S.A.W meletakkan tongkatnya pada tangan wanita itu lalu berdoa : "Ya Allah, ya Tuhanku, dengan kebenaran mimpi yang diceritakan oleh wanita ini, maka kumohon sudilah kiranya Engkau berkenan menyembuhkan tangan kanannya yang menderita kelumpuhan !"

Atas doa Nabi S.A.W itu, sembuhlah tangan kanan wanita itu dari kelumpuhannya dan pulih seperti sediakala.